Sekolah gratis dimana-mana…
Sering kali, iklan dibuat sekedar untuk menarik perhatian konsumen, tanpa menjelaskan tentang syarat2 dan ketentuan berlakunya. Dan, meskipun sudah tau demikian, sebagai konsumen masih saja suka termakan iklan.
Sebagai contoh, mungkin pernah melihat iklan dimana ditulis besar2 “Terbang dari Jakarta ke Singapore hanya 99rb”, padahal setelah dicek ternyata harga tersebut berlaku untuk sekali jalan, tanpa bagasi, belum termasuk tax, fuel surcharge, dll… Iklannya emang betul seh, cuma gak lengkap aja informasinya… karena di benak konsumen, harga tsb sudah nett pulang pergi dengan bagasi standar.
Lalu contoh lainnya, iklan layanan berlangganan internet unlimited, yang setelah ditanyakan informasi selengkapnya, ternyata ada kuota yang ditetapkan, dan kalau melewati itu, speednya akan turun… hehe unlimited dengan kuota??
Atau mungkin iklan soal speed internet yang up to 1 Mbps, tapi ternyata setelah ditest cuma 0.1 Mbps… Iklannya bener seh… kan Up To… jadinya up to you deh, provider. Sayangnya, belum ada provider yang berani menjamin batas minimum speed… jangan cuma up to aja.. tapi minimum from.. agar konsumen tidak terlalu dikecewakan.
Terakhir adalah iklan yang marak di tipi2 menjelang pemilu presiden 2009, yang sepertinya akan lebih pas jika dibaca dengan intonasi berikut:
Sekolah gratis?? Dimana? Manaa??!!!!